Osteoarthritis merupakan tipe arthritis (radang sendi) yang paling sering ditemui di kalangan usia lansia.
Osteoarthritis seringkali menyerang kartilago. Kartilago yang sehat memungkinkan pergerakan antar tulang yang baik. Selain itu, kartilago menyerap beban tekanan sendi yang di hasilkan dari pergerakan fisik. Seiring berjalannya waktu, sendi yang normal pun dapat mengalami perubahan bentuk karena terbentuknya deposit-deposit tulang kecil (disebut juga osteofit atau bone spur) yang dapat terjadi di permukaan sendi. Bagian-bagian terkecil dari tulang dan sendi dapat pecah dan melayang di dalam ruang sendi, yang kemudian dapat menyebabkan nyeri maupun kerusakan sendi lebih lanjut.

osteoarthritis-akut-01A�A�osteoarthritis-akut-02

Lokasi Sendi mana yang seringkali terkena Osteoarthritis?
Orang dengan osteoarthritis seringkali mengeluhkan nyeri dan kaku sendi. Bagian tubuh yang paling sering terkena osteoarthritis ialah sendi lutut dan sendi panggul. Namun dapat juga mengenai sendi-sendi lain seperti:

osteoarthritis-akut-03

Lokasi a��lokasi sendi yang seringkali terkena Osteoarthritis ; ujung jari-jari tangan, ibu jari, leher, panggul, dan lutut

Apa Saja Resiko Terjadinya Osteoarthtitis?
Beberapa faktor resiko terjadinya osteoarthritis antara lain :

  • Usia
    Meskipun osteoarthritis seringkali mengenai usia di atas 45 tahun, namun usia muda pun dapat terkena osteoarthritis sebagai akibat dari cedera olahraga, trauma/jatuh maupun adanya kelainan genetis dari kartilago sendi yang dapat mempercepat proses terjadinya degenerasi sendi.
  • Berat badan lebih (overweight maupun obesitas)
  • Pekerjaan maupun kebiasaan yang repetitif dan mengakibatkan tekanan di sendi-sendi tertentu (membungkuk, mengangkut benda berat)
  • Genetik
  • Prosedur operasi lutut karena cedera kartilago, ligamen, maupun meniscus.
    Prosedur operasi lutut terkadang dapat mengakibatkan aktivitas biomekanik yang abnormal pada sendi sehingga mempercepat terjadinya osteoarthritis.
  • Otot penyokong sendi yang kurang terlatih
  • Infeksi
  • Kelainan tulang lainnya (Penyakit Paget, Nekrosis Avaskular, dll. )

Apakah akibat dari Osteoarthritis?
Selain kerusakan sendi, disadari atau tidak, osteoarthritis dapat mengakibatkan problema psikis bagi sang penderita, serta penurunan produktivitas sehari-hari, dikarenakan disabilitas dalam aktivitas sehari-hari yang sederhana seperti berjalan, naik tangga, bahkan berdiri.
Osteoarthritis pada lutut dapat mengakibatkan disabilitas yang bersifat permanen.

Apakah gejalanya jika Anda terkena Osteoarthritis?
Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang progresivitasnya lambat. Pada osteoarthritis sendi lutut, gejala meliputi kaku di pagi hari yang berlangsung kurang dari 30 menit, nyeri yang dapat disertai dengan bengkak, hingga keterbatasan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, naik tangga, maupun berpindah posisi misalnya dari duduk ke berdiri, dan terkadang dapat terdengar bunyi krepitasi /crackling dari dalam sendi.
Apakah tujuan dari terapi Osteoarthritis?
Empat target dari rangkaian terapi Osteoarthritis antara lain:

  • Mengontrol nyeri
  • Memperbaiki fungsi sendi
  • Mengontrol berat badan yang ideal
  • Memberlakukan pola hidup sehat/ Modifikasi gaya hidup

Bagaimana latihan fisik aktif dapat bermanfaat bagi Osteoarthritis ?
Modifikasi gaya hidup dan penurunan berat badan merupakan komponen penting dalam manajemen osteoarthritis.
Penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi aktif merupakan salah satu pendekatan terbaik dalam kasus osteoarthritis. Latihan fisik aktif dapat meningkatkan mood, memelihara berat badan, mengurangi nyeri, meningkatkan fleksibilitas, strengthening otot , serta sistem sirkulasi tubuh.
Latihan fisik bagaimana yang baik ?
Pemilihan latihan fisik yang benar sangat penting untuk menunjang kekuatan otot , menstabilisasi sendi, sehingga meminimalisasi nyeri serta mencegah cedera .
Jalan kaki serta berenang merupakan self exercise yang direkomendasi untuk dilakukan pada penderita OA lutut.
DiA�Documentation Based Care (DBC), latihan fisik aktif yang dilakukan memastikan pasien melakukan pergerakan yang benar sesuai dengan target otot maupun sendi, serta meminimalisasi cedera karena di fasilitasi peralatan yang menunjang lock system.
Beberapa target latihan aktif dari program DBC Knee pada osteoarthritis lutut antara lain:

  1. Mobility exercise (mencakup mobilitas sendi, muscle stretching)
  2. Latihan kekuatan otot
    o Otot-otot penunjang sendi lutut : quadriceps, hamstrings, adductors, calf muscles, gluteal muscles
    o Otot- otot core stabilizers : otot- otot punggung, otot perut
  3. Alignment dan propriosepsi, yakni mencakup :
    o perbaikan postur tubuh, yang berguna mengurangi beban sendi maupun mengurangi nyeri
    o position sense/propriosepsi yang bermanfaat dalam menjaga keseimbangan saat berjalan maupun berdiri, untuk meminimalisasi kemungkinan jatuh/trauma
  4. Latihan aerobik / fungsi jantung

Selain itu DBC juga memiliki protocol khusus dalam kasus-kasus lutut operatif seperti pre maupun post operasi ACL dan PCL .

 

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.